Jangan Main-main, Berikut Resiko Untuk Orang yang Malas Berolahraga

Jangan Main-main, Berikut Resiko Untuk Orang yang Malas Berolahraga

ilustrasi

Jakarta - Apakah Anda mudah merasa lemas, atau bahkan mengantuk? Mungkin Anda kurang berolahraga. Maka dari itu, Anda harus rajin berolahraga guna menjaga tubuh tetap fit dalam kondisi 100 persen.

Pada dasarnya, tubuh manusia memerlukan pengolahan atau pergerakan pada titik tertentu supaya tetap sehat dan fit. Jika Anda memiliki pekerjaan yang hanya duduk di balik meja kantor, sebaiknya Anda meluangkan waktu untuk berolahraga, setidaknya 10 hingga 30 menit per hari.

Sangat tidak baik apabila Anda langsung memanjakan tubuh dengan berbaring. Sayangnya masih banyak orang yang memilih segera berbaring selepas bekerja seharian untuk meluruskan otot.

Kebiasaan tersebut bisa menyebabkan otot semakin kendur dan tubuh mudah terserang penyakit. Bahkan ada pula yang beranggapan berolahraga bisa membuat tubuh semakin lelah.

Padahal menurut sejumlah penelitia berolahraga tidak akan membuat lelah, justru dapat meningkatkan efektivitas kerja. Dengan rajin berolahraga, daya tahan tubuh Anda bisa meningkat dan terhindar dari segala penyakit.

Rajin berolahraga juga berguna untuk merawat kulit. Banyak orang yang terbiasa melakukan olahraga bisa memiliki kulit sehat dan terlihat kencang awet muda.

Lalu, bagaimana jika seseorang malas mengolah fisik? Berikut adalah bahaya malas berolahraga yang bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis, seperti dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (25/12/2019).

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Jantung adalah salah satu organ tubuh terpenting yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Alhasil, semua orang perlu memelihara kesehatan jantungnya.

Apabila jantung terserang penyakit, harus bergegas diobati di rumah sakit. Namun sebenarnya kesehatan jantung bisa dipelihara dengan menjalani hidup sehat seperti rajin berolahraga dan mengonsumsi buah maupun sayuran.

Jika malas berolahraga, jantung mudah terkena penyakit seperti jantung koroner, karena aliran darah terjepit oleh lemak yang semakin menimbun pembuluh darah atau terhalang zat kapur.

Olahraga juga sangat penting untuk terus memompa jantung tetap stabil. Jika terlalu sering bermalas-malasan, maka jantung mudah lemah. Ketika jantung lemah, maka seseorang akan mudah terkena serangan jantung jika menghadapi sesuatu yang menegangkan. Bahkan kedua penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian.

2. Mudah Terkena Tekanan Darah Tinggi dan Stroke

Selain mudah terkena penyakit jantung, malas berolahraga juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi hingga stroke. Lemak akan memperlambat aliran darah dengan semakin menumpuknya kolesterol.

Beolahraga akan membuat jantung lebih aktif dalam memompa darah dan membuat peredaran darah ke seluruh tubuh menjadi terkontrol dan lancar. Jika peredaran darah lancar, seseorang akan terhindar dari segala macam risiko seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, serta penyakit stroke.

Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa penyakit stroke yang disebabkan tekanan darah tinggi juga bisa mengancam nyawa seseorang.

3. Berat Badan Tidak Terkontrol dan Obesitas

Olahraga secara rutin dapat membakar kalori dan lemak berlebih pada tubuh. Semakin rajin berolahraga, semakin banyak kalori atau lemak yang terbakar kemudian dikeluarkan melalui keringat.

Namun jika malas berolahraga, kalori dan lemak makanan yang dikonsumsi setiap hari akan tertimbun dan menyebabkan berat badan tidak terkontrol. Kondisi ini kemudaian akan membuat seseorang menjadi gemuk dan berisiko mengalami obesitas.

4. Mudah Terkena Diabetes

Malas berolahraga dapat menyebabkan seseorang mudah terkena diabetes. Pada dasarnya, olahraga berperan untuk mengendalikan gula darah menjadi stabil.

Stabilnya gula darah juga akan membuat seseorang terhindar dari penyakit diabetes. Selain berolahraga, Anda juga perlu menyeimbangkan dengan pola makan yang sehat.

Orang yang memiliki badan gemuk cenderung gemar mengonsumsi makanan manis. Padahal kebiasaan itu dapat memicu diabetes karena mengandung gula tinggi sehingga kadar gula dalam darah tidak terkontrol.

***

Komentar Via Facebook :