Polsek Tampan Berhasil Menangkap Pencuri Spesialis Toko Handphone

Polsek Tampan Berhasil Menangkap Pencuri Spesialis Toko Handphone

Pekanbaru – Polsek Tampan Pekanbaru Telah berhasil menangkap pelaku pencurian berinisial MR alias Imet (34). Dia ditangkap pada Senin (6/1), setelah hampir setahun menjadi buruan polisi.

Pencurian Spesialis toko elektronik yang dilakukan oleh MR alias Ismet sebenarnya sudah menjadi target dari bulan maret 2019 yang lalu. saat itu ismet membobol sebuah toko handphone dan berhasil mengambil 518 unit handphone beserta uang tunai 35 juta rupiah di daerah HR soebrantas kecamatan Tampan.

“Pelaku berhasil ditangkap setelah kita mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi handphone yang diduga hasil pencurian di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan. Setelah tim melakukan penyelidikan ke lokasi, akhirnya berhasil menangkap tersangka,” ungkap Kapolsek Tampan, AKP Juper Lumban Toruan, Rabu (8/1) sore.

Dari tangan tersangka, Juper mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 16 unut handphone baru, yang merupakan hasil pencurian serta sejumlah kunci yang sudah dimodifikasi oleh pelaku untuk melakukan pencurian di toko-toko handphone.

“Dari hasil introgasi terhadap tersangka, dia mengaku setelah melakukan pencurian di empat toko berbeda. Selain toko yang ada di Jalan Soebrantas, ada tiga toko lain yang sudah dibobol oleh tersangka,” terangnya.

“Pada Januari 2017, dia pernah beraksi di toko handphone di Bukit Barisan, dan berhasil membawa kabur 100 handphone. Kemudian pada Mei 2019, dia kembali beraksi di wilayah Siak Hulu dan mengambil 40 unit handphone. Dan terkahir di Asia Ponsel yang berada di Jalan Sudirman pada Desember 2019, dan berhasil membawa kabur 75 handphone,” bebernya.

Dengan demikian, total handphone yang sudah berhasil dicuri oleh Imet dari empat toko tersebut sebanyak 733 unit. Juper mengatakan, hampir seluruh handphone hasil curian tersebut sudah dijual oleh pelaku.

“16 unit yang berhasil kita amankan, merupakan sisa hasil curian di toko Asia Ponsel. Masih sisa 16 unit. Dari pengakuannya akan dikirim ke penadah. Jadi dia ini sudah punya jaringan,” katanya.

Juper mengatakan, dalam melakukan aksinya, Imet selalu membawa satu orang rekannya. ” Saat ini sedang dalam penyelidikan. Kita masih mencari keberadaannya,” kata Juper.

Berdasarkan hasil pendalaman, Juper mengungkapkan bahwa tersangka merupakan residivis, dan pernah divonis penjara selama 1,5 tahun pada 2016 lalu.

“Dia residivis dengan kasus yang sama. Pada 2016, dia divonis penjara 1,5 tahun karena melakukan pencucian. Dan setelah bebas pada 2017, dia kembali melakukan aksi pencurian,” terangnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. *nal

Komentar Via Facebook :