Masyarakat Blokir Jalan Tol Ganti Rugi Lahan Belum Selesai

Masyarakat Blokir Jalan Tol Ganti Rugi Lahan Belum Selesai

Kandis - Permasalahan pembebasan lahan masyarakat di Provinsi Riau belum juga bisa terselesaikan. Pembangunan jalan tol pekanbaru-dumai selalu meninggal kisah pahit bagi masyarakat yang lahannya terkena dalam wilayah pembangunan jalan tol pekanbaru-dumai.

Ketua Forum Masyarakat Mencari Keadilan, Nunut Benny Hasiholan Siregar menceritakan bahwa masih ada masyarakat yang belum diberikan ganti rugi lahan untuk pembangunan jalan tol. Nunut menceritakan bahwa masyarakat merasa di tipu dikarenakan pada saat pembangunan pemerintah Riau berjanji memberikan ganti rugi sehingga tadinya pembangunan yang sempat tertunda akhirnya kembali beroperasi karena dijanjikan untuk membayar ganti rugi lahan masyarakat.

"tanah masyarakat ini tidak dibayar, padahal awalnya pemerintah riau berjanji untuk membayarnya, namun sekarang ini pengerjaan pembangunan telah mencapai 70 % tapi ganti rugi yang dijanjikan ini belum juga dibayar. salah satu masyarakat yang tidak dibayar itu kalvin ginting dengan ribka surbakti" ucap nunut

Lanjutnya, pada awalnya masyarakat sudah protes dilakukan pembangunan sebelum membayar ganti rugi, namun dengan mediasi yang panjang dan janji dari pemerintah akhirna proses pengerjaan pembangunan itu dilanjutkan. karena hal ini masyarakat jadinya geram karena merasa tidak adil atas perlakuan dari pemerintah teradap mereka.

"kita sudah berikan keinginan pemerintah untuk membuat jalan tol namun masyarakat meminta haknya sebagai pemilik lahan yang telah diambil untuk pembangunan jalan tol, tapi apa yang sudah dibuat pemerintah riau kepada masyarkat sehingga menimbulkan ketidak-adilan seperti ini, sungguh ini perbuatan yang sangat mengecewakan" ucapnya

Sementara itu Sekdaprov Riau di media lainnya mengatakan bahwa permasalahan pembangunan jalan tol pekanbaru-dumai telah selesai. namun ternyata di lokasi pembangunan masih ada masyarakat yang protes karena belum dibayar ganti ruginya.(nal)

Komentar Via Facebook :