Komisi II DPRD Pelalawan, Adakan RDP Terkait Meluapnya Limbah PT Serikat Putra

Komisi II DPRD Pelalawan, Adakan RDP Terkait Meluapnya Limbah PT Serikat Putra

Suasana rapat dengar pendapat di ruang informasi publik DPRD Kabupaten Pelalawan

Pelalawan - Hataminews. Com - Komisi II DPRD Pelalawan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), terkait meluapnya limbah milik PT. Serikat Putra, yang mengakibatkan tercemarnya sungai dengan perwakilan masyarakat Kecamatan Bandar Petalangan diruangan informasi gedung kantor, DPRD Pelalawan, Senin (10/08/20). 

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin oleh wakil Ketua DPRD Pelalawan, H. Syafrizal SE, didampingi Ketua Komisi II Abdul Nasib SE, dan beberapa anggota DPRD Pelalawan lainnya. Hadir juga dalam rapat dengar pendapat tersebut Camat Bandar Petalangan, Mukhtarius, M.Pd, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan, yang diwakili oleh Tohaji SP, para Kepala Desa/Lurah dan puluhan orang perwakilan dari masyarakat Kecamatan Bandar Petalangan.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut Tohaji menjelaskan, “Setelah kami mendapat laporan, kami langsung melakukan peninjauan lokasi, dan fakta di lapangan kami dapati bahwa, pencemaran lingkungan yang terjadi di sebabkan, pompa kolam ke line aplikasi limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Serikat Putra, mengalami penyumbatan. Sehingga mengakibatkan limbah meluber sampai ke sungai Kerumutan,” jelas Tohaji.

Tambahnya, “Terkait hal ini kami sudah mengambil sampel air di lima titik yang berbeda. Kami beserta perwakilan masyarakat dan perusahaan, bersama-sama mengantar sampel tersebut ke laboraturium Kesehatan dan Lingkungan Propinsi Riau di Pekanbaru, dan saat ini masih menuggu hasil lab-nya di keluarkan oleh Lebkes Propinsi Riau, “terang Tohaji 

Ketika ditanya oleh Pimpinan rapat, Syafrizal, SE, tentang kebenaran dari penjelasan perwakilan Dinas Lingkungan hidup kabupaten Pelalawan,  Deny Saragi mewakili PT. Serikat Putra membenarkan bahwa telah terjadi pencemaran lingkungan yang diakibatkan penyumbatan pompa line aplikasi, sehingga mengakibatkan limbah meluber sampai ke Sungai Kerumutan.

Menurut Lurah Rawang Empat, Ramli S.Sos, “Sungai Kerumutan merupakan tempat mandi dan tempat mencuci pakaian dari sebagian warga di daerah Kelurahan Rawang Empat. Namun pasca meluapnya kolam limbah PKS PT. Serikat Putra beberapa hari lalu, air sungai Kerumutan telah berubah warna menjadi seperti oli kotor. Sehingga masyarakat disekitar alur sungai tersebut sudah tidak dapat memanfaatkan sungai tersebut untuk aktifitas seperti biasanya, apa lagi untuk mencari ikan bagi masyarakat nelayan,” tuturnya.

Syahrudin salah seorang perwakilan masyarakat mengatakan, “Bahwa persoalan tercemarinya sungai Kerumutan oleh limbah PKS PT. Serikat Putra, bukan hanya kali ini saja, melainkan sudah terjadi berkali-kali air sungai Kerumutan berubah warna menjadi hitam seperti oli kotor, yang mengakibatkan ikannya pada mati,” ucap Syahrudin. 

Selain itu masyarakat juga menyampaikan beberapa tuntutan ganti rugi terhadap PT. Serikat Putra, antara lain ;

– Pembangunan rumah ibadah senilai satu miliar rupiah, di Kecamatan Bandar Petalangan 50 persen dan untuk Kelurahan Rawang Empat sebesar 50 persen, dan untuk desa lainnya termasuk desa Sialang kayu batu.
– Pembuatan waduk air bersih / Pamsimas 5 di Lurah Rawang Empat.
– Menerima tenaga kerja lokal untuk Kecamatan Bandar Petalangan.
– Dana Pemuda ditingkatkan menjadi dua juta rupiah setiap bulannya.
– Pemberdayaan kontraktor lokal di Kecamatan Bandar Petalangan.
– Rumah layak huni lima unit untuk Kelurahan Rawang Empat.
– Sumur masjid parnipurna Rawang Empat.
– Pembuatan kebun pemuda Rawang Empat.
– CSR Perusahan untuk semua desa dikawasan PT. Serikat Putra di salurkan secara kontinue sesuai kebutuhan secara transfaran melalui rapat bersama.
– Perawatan badan jalan desa setiap empat bulan sekali dikawasan PT. Serikat Putra.
– Pelepasaan kebun masyarakat di dalam HGU PT. Serikat Putra untuk di keluarkan/Ingklabkan.
– Pelepasan lahan Perusahan untuk pembuatan jalan dari desa Tambun ke Ibu kota Kecamatan sepanjang kisaran enam Kilometer.
– Pelepasan lahan Perusahaan untuk pembuatan jalan dari desa Terbangngiang ke desa Tanjung Air Hitam Kecamatan Kerumutan sepanjang sembilan Kilometer.
– Kemitraan untuk seluruh desa dikawasan PT. Serikat Putra segera di laksanakan.
– Memberikan beasiswa terhadap anak berprestasi minimal dua orang setiap desa.

Dari semua tuntutan tersebut masyarakat berharap, Perusahan sudah harus memberi tanggapan atau jawaban paling lambat empat belas hari setelah surat tersebut ditanda tangani atau tepatnya pada tanggal 28 Agustus mendatang.(David)

Komentar Via Facebook :