TIDAK ADANYA BUKTI YANG JELAS, REFNALDI DI PHK SEPIHAK OLEH PT PTSI TANPA ADA PENSANGON

TIDAK ADANYA BUKTI YANG JELAS, REFNALDI DI PHK SEPIHAK OLEH PT PTSI TANPA ADA PENSANGON

Surat PHK terhadap Refnaldi

Pelalawan - Hataminews. Com - Maraknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini, memperlihatkan betapa mirisnya potret ketenagakerjaan saat ini. Kasus PHK sepihak yang menimpa pekerja/buruh di berbagai pabrik maupun perusahaan tidak main-main jumlahnya. 

Sama halnya yang dialami Refnaldi, salah satu karyawan Pecteck Service Indonesia (PTSI)  yang dipecat secara sepihak oleh Perusahaan yang bernaung di bawah PT.Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) meski telah dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pelalawan namun menemui jalan buntu.

Pasalnya, perwakilan perusahaan bagian HRD PT. RAPP, Naksa, tidak bisa menjelaskan bahkan menunjukkan pasal yang dituduhkan mereka terhadap pekerja yang di pecat sebagai dasar pemutusan kerja sepihak. 

Hal ini disampaikan oleh Kasie Perselisihan Hubungan Industrial, Zulkifli SE, pada awak media, Selasa (22/09/2020). Menurutnya, karena perusahaan PT. RAPP tak bisa menunjukkan pasal yang dituduhkan sebagai dasar pekerja dipecat secara sepihak, maka Disnaker menginginkan agar dilakukan kembali bipartid antara pekerja/serikat dan perusahaan. 

"Ya, kita kembalikan terlebih dahulu perselisihan ini ke bipartit, jadi mereka harus menyelesaikan dulu dengan pekerja yang dipecat secara sepihak itu, apalagi Refnaldi pekerja yang telah dipecat secara sepihak telah bekerja selama 14 tahun dan belum pernah mendapat surat peringatan selama bekerja," terangnya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Pulp and Kertas Indonesia (FSP2KI), Arif Kurniawan, menjelaskan bahwa untuk persoalan ini pihaknya mengakui kesalahan pekerja yang bernama Refnaldi karena adanya kerugian perusahaan. Namun harus diingat bahwa pekerja Refnaldi telah bekerja selama 14 tahun dan selama itu, kinerja beliau dinyatakan baik karena belum pernah mendapat surat peringatan apapun. 

"Anehnya, pertimbangan kinerja serta faktor human error seperti mengantuk saat beliau kerja sehingga terjadi kecelakaan kerja itu, tak menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan Itu yang sangat kita sayangkan," tandasnya. 

Atas dasar itu, pihaknya selaku Ketua FSP2KI akan memenuhi permintaan Disnaker untuk melakukan pertemuan bipartit dengan perusahaan, padahal sebelumnya pihak serikat telah melakukan pertemuan bipartit sebanyak tiga kali dengan perusahaan untuk persoalan ini. 

"Namun karena tidak menemukan titik terang, makanya persoalan ini kita naikkan ke Disnaker. Dan jika mediasi ini terus buntu, akan kita naikkan ke Pengadilan Hubungan Industrial," tegasnya. 

Sementara itu, perwakilan HRD yang datang pada mediasi tersebut, Naksa, terkesan berkilah saat akan di konfirmasi awak media. Dia hanya menjelaskan bahwa pihaknya akan kembali menggelar pertemuan dengan serikat/pekerja yang bersangkutan. 

Disinggung apakah pekerja yang dipecat secara sepihak itu akan memperoleh haknya berupa pesangon, Naksa mengatakan ketidaktahuannya dengan menyebut bahwa itu akan dibahas dalam pertemuan bipartit nanti. (Dav)

Komentar Via Facebook :