Musim Berganti Tahun Jalan Di Kampar Kiri Bak Anak Tiri Yang Dibutuhkan, Terkucil !

Musim Berganti Tahun Jalan Di Kampar Kiri Bak Anak Tiri Yang Dibutuhkan, Terkucil !

Kampar Kiri, HATAMINEWS.COM - Jalan Lipatkain–Lubuk Agung Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau perlu perhatian khusus dari Pemerintahan melalui Dinas terkait.

Akses jalan penghubung Desa Lipatkain - Lubuk Agung dengan status wilayah jalan adalah Provinsi Riau ini sangat butuh perhatian setiap tahunnya.

"Diketahui Pemerintah Provinsi Riau, bahwa terlihat jalan tersebut masih berupa tanah merah yang begitu 'lembek dan lunak'. sehingga jika dimusim penghujan, seperti diguyur belakangan oleh hujan di Ruas Jalan Lipatkain-Lubuk Agung ini mengalami kerusakan yang sangat parah, dan melumpuhkan perekonomian masyarakat setempat." Ucap tokoh masyarakat Abdul Musnil akrab di sapa Anil.

Akses jalan yang menghubungkan beberapa desa disepanjang Jalan Lipatkain-Lubuk Agung, antara lain : Desa Tanjung Harapan (Lubuk Payung), Desa Tanjung Mas, Desa Sungai Raja, Desa Sungai Harapan, Desa Sungai Rambai, Desa Lubuk Agung, Desa Muara Selaya dan Desa Sungai Sarik.

"Itu terletak ditata wilayah Pemerintahan Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, terus desa ditata wilayah Pemerintahan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar yang melewati akses ini, yaitu Desa Deras tajak, Desa Tanjung Karang, Desa Batu Sasak, Desa Kebun Tinggi dan Tanjung Permai." Papar Anil.

Nasrul, seorang Kepala Desa di Desa Sungai Sarik ini mengatakan saat dikonfirmasi (18/01/2021), "Semuanya terkendala karna akses Jalan yang sangat memprihatinkan. Apalagi ketika musim penghujan tiba, akses ini akan sangat sulit dilalui oleh kendaraan roda dua apalagi roda empat." Cetusnya.

"Kepada Pemangku Kekuasaan mohon dengarkan jeritan hati kami, penderitaan kami yang setiap tahun nya mengalami seperti ini." Pinta Kepala Desa 3 Periode di Kampar Kiri ini.

“Harapan kami dari masyarakat desa, mohon tentu kiranya ini dapat di anggarkan dalam setiap tahunnya untuk bidang peningkatan Jalan Lipatkain-Lubuk Agung, inilah salah satu akses penunjang ekonomi masyarakat dan satu-satunya jalan keluar masuk masyarakat." Ulas Nasrul.

Diharapkan dirinya menambahkan, "mitra sahabat insan media kiranya dapat membantu kami dalam menyampaikan isi dan jeritan hati kami untuk masyarakat dan pembangunan kita yang lebih layak." 

Redo, pemuda dari Desa Sungai Sarik saat ditemui juga menyampaika harapan kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk akses dirias Jalan Lipat Kain-Lubuk Agung ini. "Mohon kepada yang mendengar jeritan masyarakat ini dari tahun ke tahun disuarakan sampai pernah dilakukan aksi di Pemprov Riau, namun hingga kini belum dirasakan pemanfaatan bagi akses kami ini."

"Tolonglah bantu masyarakat yang hidup di jalan tanah kuning ini, tanpa pertolongan pemerintah kami tak bisa berbuat apa." Ujar Aktifis Mahasiswa dari salah satu PT yang ada Provinsi Riau ini.

Kembali Nasrul menambahkan, "saat ini sudah satu bulan, hanya memakai swadaya masyarakat dari para pengusaha dan para petani, untuk memasukkan material perawatan jalan yang parah tersebut."

"Tapi Tidak Maksimal kerjanya, karena dasar dari jalan tersebut adalah tanah merah, lembek dan lunak. Sehingga jikalau hujan mengguyur tentunya tambah rusak lagi. Dan perekonomian masyarakat pun terancam. " Imbuh Kepala Desa 3 Periode ini.

Ditutupnya, "pemerintah dan dinas terkait PUPR Provinsi Riau, Mohon kiranya anggaran untuk peningkatan di tahun 2021 ini, mohon segera mungkin di bahas, di lelang langsung di kerjakan. jalan yang parah dan rusak tersebut wajibnya di aspal atau di beton, bukan di teledor atau dikikis lagi." Pungkas Tomas Desa Sungai Sarik yang dipercayakan sebagai Kepala Desa selama 3 Periode belakangan.

Komentar Via Facebook :