Warga Jalur Kuning Datangi Komisi IV DPRD Riau, Nasrul : Pak Yuyun Berjanji Maksimalkan UPT & Swakel

Warga Jalur Kuning Datangi Komisi IV DPRD Riau, Nasrul : Pak Yuyun Berjanji Maksimalkan UPT & Swakel

KAMPAR, HATAMINEWS.COM - Perwakilan beberapa Kepala Desa, tokoh masyarakat, Hipemars ( Himpunan Pelajar Mahasiswa Rantau Setingkai) dan pemuda Kampar Kiri mendatangi dan menjumpai Komisi IV DPRD Provinsi Riau dan menjumpai anggota dewan Dapil Kampar, Senin (08/02/2021).

Tujuan dari datangnya warga Kampar kiri rantau setingkai jalur kuning tersebut, untuk mengadukan dan mempertanyakan anggaran infrastruktur jalan khususnya di Kampar Kiri jalur kuning yang memprihatinkan.

Hadir Kepala desa Tanjung Mas Buharis, Kepala desa Sungai Raja Abdul Gafur, Kepala Desa Sungai Sarik Kampar Kiri,  Nasrul mengatakan, bahwa infrastruktur jalan kewenangan provinsi di Kampar Kiri sejak tiga bulan terakhir sudah tidak fungsional dan rusak berat.

"Kita datang ke DPRD provinsi ini, terutama menyangkut kondisi infrastruktur jalan di Kampar Kiri. Tiga bulan belakangan sudah fungsional tak berjalan semestinya. Akibatnya, perekonomian masyarakat jatuh anjlok," kata Nasrul, Senin (8/2/2021).

Saat ini, Nasrul menambahkan, untuk menangani persoalan tersebut, ditangani swakelola oleh masyarakat, dengan cara dilakukan pemotongan ke mobil angkutan sebesar Rp 250 ribu permobil untuk pembelian material.

"Ini lah lagi yang menjadi usaha kita. Maka dari itu. Kita ke DPRD untuk memastikan informasi yang simpang siur, terkait tahun 2021, apakah ada anggaran peningkatan? infrastruktur  di Lubuk Agung - Lipat Kain. Supaya ada kepastian, makanya kita datang ke sini bersama adek  - adek mahasiswa Hipemars (Himpunan Pelajar Mahasiswa Rantau Setingkai), dan tokoh masyarakat. Rupanya memang tidak ada, maka dari itu, kita berharap perwakilan kita di DPRD, terutama Pak Yuyun agar ada solusi, entah melalui dana dari mana agar akses lancar seperti biasanya," harap Nasrul.

Sementara, Anggota Komisi IV Dapil Kampar, Yuyun Hidayat mengatakan, memang ternyata terjadi misskomunikasi yang akhirnya membuat jalan di Kampar Kiri tidak dianggarkan sepenuhnya pada APBD 2021.

"Ada misskomunikasi, kita cari solusi bersama. Kampar Kiri ini permasalahannya adalah miss persepsi dari kami. Rupanya di Kampar Kiri, ada dua ruas jalan provinsi, tetapi kami (anggota Dapil Kampar) kira cuma satu ruas di Lipat Kain - Lubuk Agung, Lubuk Agung - Batas Sumbar.

Kita pikir satu ruas, sudah kami masukkan anggaran di situ, rupanya ruas jalan berbeda," cakapnya.

Untuk menyiasati persoalan tersebut, Yuyun mengatakan, pihaknya sudah mencari solusi dengan cara memaksimalkan UPT.

"Kita maksimalkan UPT, swakelola PUPR untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Yang terpenting jalur ekonomi jangan sampai putus, dan akan segera kita masukkan di anggaran 2022," tukasnya.

Anggi Saputra selaku ketua Hipemars bersama   kawan - kawan aktivis selaku demisioner dari Hipemars Redo dan Dendy. menambahkan lagi, harapan nya supaya untuk 2021 ini ada untuk peningkatan ruas jalan Lipatkain - Lubuk agung kecamatan Kampar Kiri, kabupaten Kampar.

"Karena jikalau tidak ada, sampai kapan nanti akan memakai Swadaya Masyarakat.

"Di kuat kan lagi oleh tokoh Masyarakat Abdul Musnil amin, sering di sapa Anil. Mohon kiranya untuk 2021 ini harus ada, dan prioritas kan lagi untuk 2022, setidaknya Setiap tahun harus ada untuk peningkatan jalan untuk Ruas Jalan Lipatkain - Lubuk Agung Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.

Komentar Via Facebook :