Selamatkan Jalan, Syahrul Aidi Pinta Tegas Kemenhub Tindak Kendaraan Melebihi Tonase

Selamatkan Jalan, Syahrul Aidi Pinta Tegas Kemenhub Tindak Kendaraan Melebihi Tonase

Anggota DPR-RI Dapil Riau II

Pekanbaru, HATAMINEWS.COM - Perbaikan sektor infrastruktur Riau selalu jadi perhatian Syahrul Aidi Maazat di Komisi V DPR RI. Bukan saja menambahkan jatah kue infrastruktur baru, namun juga menjaga dan mempertahankan yang telah ada.

Seperti yang disampaikan oleh Syahrul Aidi pada saat kegiatan normalisasi Over Dimensi Over Loading (ODOL) Dirjend Hubungan Darat Kemenhub yang dipusatkan di Terminal Bandara Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, Selasa (16/2/2021).

Dalam sambutannya, Syahrul Aidi menyampaikan kepada Dirjend Hubdat, Budi Setiady, bahwa hampir semua jalan di Riau hancur karena operasional kendaran melebihi tonasenya. Contoh, ada kendaraan pengangkut CPO yang standarnya adalah 16 ton, namun kenyataannya adalah 21 ton. 

"Kendaraan melebihi tonase ini yang selalu merusak jalan di Riau. Kita tidak ingin, jalan-jalan yang telah dibangun ini dengan mudahnya hancur karena kendaraan over kapasitas ini. Nah, ini merupakan wilayah kerjanya Kemenhub. Kita meminta agar Kemenhub menseriusi hal ini." kata Syahrul Aidi. 

Dia juga menyoroti adanya praktik illegal para pengangkut CPO dan minyak lainnya melakukan kencing di jalan. Kencing di jalan maksudnya mereka mengurangi tonase dengan cara mengeluarkan barangnya di tempat illegal dan menjualnya secara illegal. 

"Perlu adanya tindakan komprehensif atas persoalan-persoalan ini. Nanti saya berencana akan mengajak keliling BPTD (Balai Pengelolaan Transportasi Darat-red) Wilayah Riau untuk berkeliling, melakukan koordinasi dengan seluruh Dishub kabupaten kota. Kita akan mencari rumusan bagaimana caranya persoalan jalan, pelayanan transportasi dan lainnya dapat kita kita carikan solusinya" tambahnya.

Dia juga menyadari, penindakan dan pengawasan oleh stake holder akan mendapat komplain dari banyak pihak. Terutama pengusaha sektor transportasi. Dan itu harus dicarikan solusi juga.

"Dengan solusi yang tepat, tak ada pihak yang dirugikan. Pengusaha nyaman berusaha, kecelakaan diminimalisir, jalan pun tidak rusak" tutupnya.

Komentar Via Facebook :