Dua Bocah Diduga Tenggelam, Ternyata Pokdarwis Tak Ketahui Karena Wisata Tutup

Dua Bocah Diduga Tenggelam, Ternyata Pokdarwis Tak Ketahui Karena Wisata Tutup

Foto Internet

Tambang - Dua Orang Bocah wisatawan yang diduga tenggelam di Objek Air Wisata Pulau Cinta tersebut diketahui datang tanpa diketahui dan tanpa dikoordinasikan kepada pihak pengelola wisata pulau cinta melalui Kelompok Sadar Wisata yang diketuai oleh M Husni.

Dikatakan Ketua Pokdarwis Pulau Cinta saat dikonfirmasi hataminews.com via telepon selulernya disela-sela aktifitas pencarian kedua korban bersama tim Basarnas, BPBD Kabupaten Kampar, Masyarakat, Pihak Kepolisian dan Pihak TNI mengatakan bahwa wisata Pulau Cinta tidak buka sama sekali melayani pengunjung wisata baik dari dalam maupun luar.

"Kami selama masa Pandemi Covid-19 ini tidak buka, dan apalagi selama bulan Ramadhan ini. Jadi kami sama sekali tidak mengetahui adanya wisatawan yang datang berwisata. Dan itu diluar pengetahuan hingga pemantauan pengawasan kami." Ungkap Husni.

Ditambahkan Husni lagi, "lokasi wisata ini kan gak ada pintu gerbang yang bisa ditutup bang, jadi kami tak tahu adanya warga luar yang masuk berwisata. Dan kami tak ada sama sekali buka melayani selama bulan puasa ini."

Kedua korban datang bersama keluarganya dan orang tuanya tanpa sepengetahuan Pihak Pokdarwis Pulau Cinta, diketahui kedua korban tenggelam sekitar Pukul 14.00 WIB dan hingga kini masih dalam pencarian yang diduga hanyut tenggelam di derasnya arus sungai Kampar yang melintasi Wisata Pulau Cinta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Zulia Dharma saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan informasi tersebut dan kini sedang dalam tahap pencarian kedua korban yang diduga hanyut tenggelam di lokasi objek wisata pulau cinta.

"Destinasi Pulau Cinta tutup dan tidak menerima kunjungan para wisatawan karena kondisi Covid-19 dan ditambah lagi momen Ramadhan ini. tamu yang datang tersebut tidak melapor dan tidak dipungut bayaran." Beber Kadisparbud.

Disambungnya lagi, "jadi mereka datang tidak dalam pemantauan petugas Pokdarwis dan mereka mandi di sungai tidak dalam pengawasan... Disampaikan, Husni orang tua anak tersebut duduk di gazebo kurang mengawasi anaknya..."

"Kita sudah koordinasi dengan Kepala BPBD Kampar, informasi terakhir dari Husni pukul 18.03 WIB Basarnas dan tim dari BPBD sudah berada di lokasi melakukan pencarian bersama warga." Pungkasnya menutup.

Kesempatan ini Kadisparbud Kabupaten Kampar, Zulia Dharma juga menghimbau agar selalu tetap dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan ikuti aturan yang disampaikan melalui pihak-pihak terkait.

Komentar Via Facebook :