PETI Di Kuansing Di Gulung Tim Polda Riau, 11 Orang Di Ciduk !

PETI Di Kuansing Di Gulung Tim Polda Riau, 11 Orang Di Ciduk !

Lokasi Penambangan Emas, Desa Marsawah

Kuansing - Penambangan emas tanpa izin di Desa Marsawah Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi ditindak oleh Tim Ditreskrimum Polda Riau yang dipimpin langsung oleh Kasubdit III Krimum, AKBP Muharman Arta SIK bersama 1 (satu) kompi personel Brimobda Riau dibawah kepemimpinan Kanit Intelmob KP Frengki Tambunan SIK pada Rabu (04/05/2021).

Diketahui, ini masuk ke areal perkebunan PT Citra Plasma Kuantan Singingi, berdasarkan surat perintah tugas (SPT) tim langsung bergerak ke Desa Marsawah. Tepatnya di Dusun Bumi Raya yang berbatasan dengan areal perusahaan perkebunan PT Citra Plasma di Kecamatan Sentajo.

11 (sebelas) orang berhasil diamankan dengan inisial masing-masing ; Sk, Dp, Ng, Fz, Sw, Sl, Kh, Sr, Sg, Wd dan Kd beserta barang bukti diantaranya 30 (tiga puluh) set mesin alat penambangan emas, 25 (dua puluh lima) unit kendaraan Roda Dua, 20 (dua puluh) unit selang gabang, 20 (dua puluh) tenda lapangan, 6 (enam) unit mesin sedot merek Tianli, Air Raksa, Pipa Sedot, 8 batang pipa Paralon, 7 helai karpet, 2 unit keong mesin dan 2 unit mesin Robin.

Direskrimum Polda Riau, Kombes Teddy Ristiawan SIK saat dikonfirmasi mengatakan, timnya masih berada dilapangan untuk mengamankan barang bukti dan pencarian pelaku lainnya.

"Iya, dibawah komando Kasubdit III AKBP Muharman Arta masih di TKP, dan masih mencari pelaku lain berikut barang bukti lainnya," terang Teddy.

Selanjutnya perwira jebolan Akpol 1998 ini mengungkap bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi untuk pelimpahan kasus ke Penyidik Tipiter Polres Kuantan Singingi.

"Kita limpahkan penanganan kasus ini ke Polres Kuansing, namun tetap kami asistensi dari Polda Riau," imbuhnya.

Para pelaku dijerat pasal 161 UU RI No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun denda 100 Milyar.

"Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian, Pengembangan dan/atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.00O.00O,00 (seratus miliar rupiah)," Beber Ditreskrimum Polda Riau melalui awak media.

 

 

 

Rilis

Komentar Via Facebook :