Pola KKPA Perkebunan Sawit Desa Bandur Picak, Ada Apa ?

Pola KKPA Perkebunan Sawit Desa Bandur Picak, Ada Apa ?

Kampar - PT.Karya Plasma pola KKPA PT.Karya Tama Bakti Mulia diminta masyarakat Desa Bandur Picak Kecamatan Koto Kampar Hulu membagikan hak diperkebunan tersebut sejak 2012 penanaman hingga kini sudah dipanen.

Perkebunan sawit dikelola oleh Koperasi Siabu Jaya dulunya dan sekarang bernama Koperasi Produsen Sawit Siabu Jaya bermitra dengan PT.KTBM, agar dapat mengembangkan peningkatan ekonomi disektor tentunya adalah satu-satunya harapan dan tumpuan masyarakat Desa Bandur Picak.

Tuntutan masyarakat ini, terbitnya keanggotaan koperasi yang saat ini belum diketahui kejelasan dan kepastian Koperasi Siabu Jaya.

Salah seorang warga Desa Bandur Picak yang juga merupakan Ketua Pemuda Desa Bandur Picak, Hafnipal (37 Th) menyampaikan desakannya agar koperasi yang kini sudah berganti nama pihak pengelola. "Kita berharap koperasi transparan mengelola hal tersebut dengan serius mengurusi permasalahan pola KKPA tersebut. Saya banyak mendapat informasi dari masyarakat terkait pola KKPA ini kapan bisa dinikmati hasilnya oleh masyarakat itu sendiri dengan jelas." Ujar Hafnipal.

Diakui Hafnipal, masyarakat sudah mendaftarkan diri kepada Ninik Mamak masing-maaing sebagai penerima pola KKPA tersebut, bahkan sudah menyerahkan uang sejumlah Rp.250 ribu sebagai iuran persyaratan menjadi keanggotaan koperasi.

"Uang pendaftaran sudah dibayar, itu pun mereka berhutang ke orang lain agar tetap bisa membayar dengan tujuan menjadi anggota dari koperasi sebagai pengelola perkebunan sawit pola KKPA dari perusahaan setempat." Bebernya.

Ditambahkan Ketua Pemuda Desa Bandur Picak, "aksi sudah ada beberapa kali di lakukan baik oleh Ninik Mamak, pemuda masa kepengurusan sebelumnya maupun masyarakat itu sendiri, saat di tanya kepada pengurus Koperasi Produsen Sawit  Siabu Jaya Bersama, jawaban selalu sama tinggal selangkah lagi, kartu sudah ada bahkan sampai saat ini saya pribadi belum melihat kartu tanda anggota koperasi yang di gaung-gaungkan oleh pengurus koperasi tersebut."

"Saya yakin, percaya koperasi mampu menyelesaikan hal ini segera. Tanpa mengulur waktu lagi." Tegas Hafnipal.

Disisi lain masyarakat Desa Bandur Picak, Pondri Naldi juga meminta koperasi agar menyelesaikan permasalahan yang berlarut-larut ditubuhnya koperasi pengelola pola KKPA Desa Bandur Picak. "Jangan mencari alasan lagi, kami melihat disini adanya dugaan persoalan administrasi koperasi yang belum bisa diselesaikan koperasi itu sendiri. Hingga berubah nama, regulasinya pun tidak jelas ketransparansiannya. Masyarakat juga belum menikmati," Imbuh Pondri senada menyuarakan keluhanasyarakat Desa Bandur Picak.

Komentar Via Facebook :