PJID Riau Sorot Dugaan Monopoli Kerjasama Publikasi FWL Di Humas DPRD Kampar

PJID Riau Sorot Dugaan Monopoli Kerjasama Publikasi FWL Di Humas DPRD Kampar

Ilustrasi

Kampar -  Ketua Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Provinsi Riau, Jetro Sibarani, SH, MH ketika dikonfirmasi melalui Sekretaris, Anhar Rosal sangat menyayangkan adanya desas-desus dugaan monopoli kerjasama media di DPRD Kampar.

Dikatakan Anhar, jika benar yang disampaikan sejumlah wartawan bahwa adanya monopoli kerjasama media untuk mendapatkan Galeri berbayar di DPRD Kampar, tentu perbuatan itu sudah tidak benar. "semua media memiliki hak untuk menerima iklan tersebut, apa lagi media-media yang eksis memberitakan kegiatan DPRD Kampar." Ujarnya.

Sebut Anhar, dirinya menerima laporan bahwa ada oknum pengurus FWL dan juga Oknum Humas DPRD Kampar terlibat meloloskan kerjasama media pulikasi. Bahkan informasi, 1 orang wartawan memiliki beberapa mediapun dapatkan Galeri berbayar itu.

"Kita minta ke Sekretaris Dewan (Sekwan) agar mengevaluasi saja oknum-oknum Humas nakal ini," tutur Anhar.

"Dan penggunaan anggaran negara, sebaiknya Humas DPRD Kampar menampikan media-media mana yang eksis dan yang menerima kerjasama tersebut jangan ditutup-tutupi." Tegas Sekretaris PJI-D Riau

Ditambahnya, "BLT saja di buka untuk umum pengumumannya, kok kerjasama media tidak bisa dipublis ke umum. Kita minta anggaran penggunaan untuk media di DPRD Kampar di umumkan dan perginya kemana saja,"  tegas Anhar.

Terkait hal ini sebut Anhar, dirinya atas nama PJI Demokrasi Provinsi Riau akan melakukan investigasi dugaan monopoli kerja sama media ini, "Kita tidak ingin kawan-kawan yang juga eksis memberitakan kegiatan Pemkab Kampar ini tidak kebagian, ulah oknum nakal yang Memonopoli media ini," sebut Anhar.

Ke depannya ucap Anhar, dirinya ingin sedikit 'ROTI'  ini sama mendapatkan tidak ada yang berkecil hati. Jika sudah dikuasai seperti ini, kita juga sangat prihatin, 'Kita minta Bupati dan juga DPRD Kampar segera mengevaluasi oknum-oknum ini agar tidak terjadi polemik antar wartawan," pungkas Anhar.

Komentar Via Facebook :